1905

Berdirinya Pondok Pesantren Suryalaya

Pondok Pesantren Suryalaya didirikan pada tanggal 5 September 1905 M / 7 Rajab 1323 H oleh Syaikh Abdullah Mubarak bin Nur Muhammad (Abah Sepuh) di Kampung Godebag, Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Pondok Pesantren Suryalaya merupakan pusat penyebaran Thoriqot Qodiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN) di Indonesia. Ajaran TQN yang diamalkan berpusat pada dzikir kepada Allah SWT dengan metode dzikir jahar (dzikir keras) dan dzikir khofi (dzikir dalam hati).

1950

Kepemimpinan Abah Anom

Pada tahun 1950, kepemimpinan Pondok Pesantren Suryalaya dan mursyid TQN diserahkan kepada KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin (Abah Anom), putra dari Abah Sepuh.

Di bawah kepemimpinan Abah Anom, TQN berkembang pesat tidak hanya di Indonesia tetapi juga ke berbagai negara di dunia. Beliau juga mendirikan berbagai lembaga pendidikan dan sosial.

1970-an

Berdirinya LDTQN

Lembaga Dakwah Thoriqot Qodiriyah wa Naqsyabandiyah (LDTQN) didirikan sebagai wadah untuk mengkoordinasikan kegiatan dakwah dan pembinaan ikhwan serta akhwat TQN di berbagai daerah.

LDTQN Perwakilan Kabupaten Cianjur didirikan untuk melayani jamaah TQN di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

2011

Wafatnya Abah Anom

KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin (Abah Anom) wafat pada tanggal 5 September 2011 di usia 96 tahun. Beliau dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Suryalaya.

Sepeninggal beliau, kepemimpinan TQN dilanjutkan oleh para wakil talqin yang telah ditunjuk.